Nikmatnya Nasi Goreng Arang

Nikmatnya Nasi Goreng Arang

Di negeri ini, nasi goreng kemungkinan sanggup dijuluki ’makanan generik’. Nasi goreng tersedia di mana-mana, berasal dari rumah makan mentereng bersama dengan pendingin hawa (AC) sampai penjaja bersama dengan gerobak pikulan di tepi jalan. Soal cita rasa pasti tergantung selera masing-masing orang. Kalau sebetulnya disukai orang, pasti penjaja nasi goreng itu bakal bertahan lama.

Seperti Rumah Makan Bumen Jaya yang dikenal sebagai keliru satu rumah makan yang bertahan melestarikan makanan turun-temurun itu sejak dahulu. Di rumah makan tersebut, nasi goreng di sediakan didalam sebagian variasi, antara lain nasi goreng ayam dan nasi goreng kambing. Ada pula mi rebus, sate ayam, sate kambing, sop kambing, gule, tongseng, dan lainnya. Namun yang jadi ciri khas adalah nasi goreng ayam dan mi rebus. ”Sudah 45 tahun rumah makan ini berdiri, dan berasal dari dulu resep yang dibikin bapak tidak dulu berubah. Begitu juga bersama dengan cara memasaknya, tetap bersama dengan memakai arang,” ujar Robiyanti (63), pemilik Rumah Makan Bumen Jaya Alasan Makanan yang Dipanggang Pakai Arang Terasa Lebih Nikmat .

’Bapak’ yang dia maksud adalah almarhum suaminya Anwar Sanusi. Ketika Warta Kota mengamati, pengolahan masakan itu sebetulnya manfaatkan anglo alias tungku tanah lihat bersama dengan bahan bakar arang kayu. Dengan demikianlah cita rasa masakan yang dihasilkan benar-benar khas. Nasi goreng ayamnya diberi potongan daging ayam lumayan banyak, disertai taburan emping yang melimpah. Hanya saja selagi di sediakan kebetulan agak dingin, dikarenakan ketika kita sampai di sana, terlihat di atas kompor sudah tersedia satu wajan besar memuat nasi goreng yang sudah siap, tinggal di sediakan saja bersama dengan tambahan emping. Rasa nasi gorengnya lumayan. Kalau puas rasa pedas, pengunjung tinggal pesan khusus kepada sang koki. Nasi goreng itu pun bakal diberi irisan cabai rawit. Wah, sanggup dibayangkan pedasnya irisan cabai yang tergigit. Mi rebusnya juga patut dicoba coconut charcoal briquettes manufacturers .

Kami memilih mi nyemek. Diolah seperti menyebabkan mi rebus tapi hanya bersama dengan sedikit kuah atau didalam bahasa Betawi disebut nyemek. Warnanya kecokelatan dan manis dikarenakan diberi campuran kecap. ”Awalnya bapak memakai mi kuning basah, tapi semenjak tersedia isu boraks, kita jadi tidak berani manfaatkan mi itu lagi. Paling sekarang manfaatkan mi telur kering,” memahami Robiyanti. Uritan Sedikit mengakses rahasia, menurut perempuan yang akrab dipanggil Yanti tersebut, bumbu dasar untuk nasi goreng bersifat tomat, bawang putih, kemiri yang dihaluskan lantas ditumis supaya jadi bumbu jadi yang tinggal diolah bersama dengan mi atau nasi.

Hanya saja kini tersedia yang berkurang. Kalau dulu tersedia campuran uritan (telur yang belum jadi di didalam perut ayam—red) di didalam bumbunya. ”Sekarang sudah kesusahan cari uritan di pasar, tapi rasanya tidak berubah kok,” tegas Yanti. Baik nasi goreng maupun mi selamanya di sediakan bersama dengan taburan emping. Bila Anda menghendaki lauk tambahan untuk nasi goreng, seperti kepala ayam, brutu (ekor), atau sayap, tinggal memesannya. Setiap lauk harganya Rp 3.000 per porsi. Nasi goreng ayam dan mi nyemek plus telur mata sapi harganya Rp 15.000 per porsi. Sambil menunggu makanan yang dipesan datang, pengunjung sanggup memesan otak-otak atau memahami pong sebagai camilan.

Seporsi otak-otak isikan 10 bungkus Rp 20.000, namun memahami pong isikan 10 biji Rp 10.000. Untuk minuman, yang jadi favorit pengunjung adalah es jeruk kelapa yang harganya Rp 10.000 per gelas. Soal cita rasa tak harus diperdebatkan. Setiap orang punyai cita rasanya sendiri-sendiri. Yang pasti, Bumen Jaya sudah bertahan 45 tahun. Itu saja sudah menunjukkan bahwa menu dan cita rasanya yang khas punyai pengagum tersendiri. Kalau tidak, pasti sudah gulung tikar. (Dian Anditya Mutiara)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *